Jenis-Jenis Limbah Cair dan Cara Pengujiannya
Greenlab Indonesia
Thursday, 24 Jul 2025
Limbah cair merupakan salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang paling umum, terutama di kawasan industri, perkotaan, dan pemukiman padat. Limbah ini dapat mencemari badan air dan tanah jika tidak dikelola dan diuji dengan benar.
Artikel ini membahas berbagai jenis limbah cair berdasarkan sumbernya, serta menjelaskan cara pengujiannya secara ilmiah dan sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia.
Apa Itu Limbah Cair?
Limbah cair adalah sisa buangan berwujud cairan yang berasal dari kegiatan domestik, industri, pertanian, atau aktivitas lainnya. Jika dibuang langsung ke lingkungan tanpa proses pengolahan atau pengujian, limbah ini bisa mengandung bahan berbahaya yang mengancam kesehatan manusia dan ekosistem.
Jenis-Jenis Limbah Cair Berdasarkan Sumbernya
1. Limbah Cair Domestik
Merupakan limbah yang berasal dari rumah tangga, perkantoran, atau fasilitas umum. Contohnya:
-
Air bekas cucian (grey water)
-
Air toilet (black water)
-
Air sisa dari dapur dan kamar mandi
Kandungan umum: deterjen, minyak, bahan organik, patogen
2. Limbah Cair Industri
Dihasilkan dari proses produksi pabrik, seperti:
-
Industri makanan dan minuman
-
Industri tekstil
-
Pabrik kimia dan farmasi
-
Industri logam
Kandungan umum: logam berat, bahan kimia organik/inorganik, senyawa beracun, pewarna, oli
3. Limbah Cair Pertanian
Berasal dari penggunaan pupuk, pestisida, dan irigasi. Biasanya mengandung:
-
Nitrat dan fosfat
-
Sisa pestisida dan herbisida
-
Sedimen tanah terlarut
4. Limbah Cair Medis
Dihasilkan dari rumah sakit, klinik, dan laboratorium medis. Berpotensi mengandung:
-
Mikroorganisme patogen
-
Bahan kimia farmasi
-
Limbah infeksius
5. Limbah Cair Laboratorium
Berupa sisa reagen kimia, cairan uji mikrobiologi, atau bahan pelarut. Umumnya tergolong limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dan harus diuji serta diolah secara khusus.
Cara Pengujian Limbah Cair
Mengapa Pengujian Diperlukan?
-
Mengetahui tingkat pencemaran yang ditimbulkan
-
Menyesuaikan sistem pengolahan limbah (IPAL) yang diperlukan
-
Memenuhi peraturan lingkungan hidup, seperti PP No. 22 Tahun 2021
-
Pelaporan UKL-UPL, AMDAL, atau audit PROPER
Parameter yang Umum Diuji pada Limbah Cair
| Kategori | Parameter | Tujuan |
|---|---|---|
| Fisik | Suhu, Warna, Kekeruhan, TSS | Menilai penampakan dan partikel tersuspensi |
| Kimia | pH, BOD, COD, Amonia, Minyak & Lemak, Logam Berat (Pb, Cd, Cr, Hg) | Mengukur senyawa kimia berbahaya |
| Biologis | Total Coliform, E. coli | Menilai potensi kontaminasi bakteri |
Metode Pengujian Limbah Cair
-
Pengambilan Sampel
-
Dilakukan di saluran keluaran limbah (outlet IPAL)
-
Gunakan botol steril dan teknik sesuai SNI 6989
-
-
Pengawetan Sampel
-
Disimpan dalam esbox atau diberi pengawet (H₂SO₄, HNO₃) sesuai jenis parameter
-
-
Pengujian di Laboratorium
-
Menggunakan metode standar: SNI, APHA, atau Standard Methods
-
Alat yang digunakan: spektrofotometer, AAS (untuk logam), incubator BOD, dll.
-
-
Pelaporan
-
Hasil disajikan dalam bentuk laporan analisis laboratorium lengkap dengan pembanding baku mutu.
-
Standar Baku Mutu Limbah Cair
Pemerintah menetapkan baku mutu berdasarkan sektor industri dan jenis penerima limbah (air permukaan, tanah, laut). Referensi utama:
-
PP No. 22 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
-
Lampiran LHK (KLHK) tentang baku mutu limbah cair untuk tiap jenis kegiatan usaha
Contoh:
-
BOD max: 30 mg/L
-
TSS max: 50 mg/L
-
Minyak & lemak max: 10 mg/L
(Tergantung sektor industri dan klasifikasi penerima)
Kapan Anda Wajib Melakukan Pengujian Limbah Cair?
-
Saat pengajuan atau pembaruan izin lingkungan (AMDAL/UKL-UPL)
-
Secara berkala setiap 3 atau 6 bulan (sesuai regulasi)
-
Untuk pelaporan PROPER atau ISO 14001
-
Saat terjadi keluhan lingkungan dari warga atau DLH
Mengetahui jenis limbah cair dan cara pengujiannya merupakan langkah awal dalam memastikan bahwa limbah yang dihasilkan suatu kegiatan tidak mencemari lingkungan. Melalui uji laboratorium yang akurat dan sesuai standar, perusahaan atau instansi bisa mengambil keputusan yang tepat untuk pengolahan dan pelaporan limbahnya.