whatsapp-logo

Pelanggan yang terhormat, selamat datang di Greenlab Indonesia. Ada yang bisa kami bantu? Yuk konsultasikan kebutuhan pengujian lingkungan Anda. Kami tunggu yaa 😊🙏🏻

Yuk Konsultasikan!

environesia-image

Stay Update,

Stay Relevant

Greenlab’s Timeline

kunjungan kan

Mengapa Air Sumur Bisa Berbau dan Berwarna?

Greenlab Indonesia

Friday, 29 Aug 2025

Air sumur masih menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga di banyak daerah di Indonesia. Namun, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan air sumur mereka berbau tidak sedap atau berwarna keruh. Kondisi ini tentu membuat khawatir, karena kualitas air sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh.

Lalu, sebenarnya apa penyebab air sumur bisa berbau dan berwarna? Berikut penjelasannya.

Penyebab Air Sumur Berbau

  1. Kandungan Bakteri
    Air sumur yang tercemar bakteri seperti E. coli dapat menimbulkan bau tidak sedap, mirip dengan bau got atau limbah. Hal ini biasanya terjadi karena sumur terlalu dekat dengan septic tank atau sistem pembuangan limbah rumah tangga.

  2. Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)
    Salah satu penyebab paling umum air sumur berbau adalah gas hidrogen sulfida. Gas ini membuat air berbau seperti telur busuk. Biasanya gas ini berasal dari reaksi bakteri anaerob di dalam tanah yang memecah bahan organik.

  3. Kontaminasi Limbah
    Air sumur yang berbau juga bisa disebabkan oleh limbah cair rumah tangga atau industri yang meresap ke dalam tanah. Jika sumur tidak memiliki lapisan pelindung yang baik, polutan ini dapat mencemari air.

Penyebab Air Sumur Berwarna

  1. Kandungan Zat Besi dan Mangan
    Jika air sumur berwarna kuning kecokelatan atau bahkan kehitaman, penyebab utamanya biasanya adalah tingginya kadar zat besi (Fe) dan mangan (Mn). Kedua logam ini sering ditemukan pada lapisan tanah tertentu dan larut ke dalam air.

  2. Sedimen Tanah dan Lumpur
    Air sumur yang keruh sering kali mengandung partikel lumpur, pasir, atau tanah halus. Hal ini bisa terjadi karena konstruksi sumur tidak kedap atau adanya retakan pada dinding sumur.

  3. Kontaminasi Bahan Kimia
    Air yang berwarna hijau atau biru kehijauan bisa menandakan adanya kontaminasi logam berat seperti tembaga atau bahan kimia lain dari limbah sekitar. Kondisi ini sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Dampak Air Sumur yang Tercemar

Air sumur yang berbau dan berwarna tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa menimbulkan risiko kesehatan, seperti:

  • Gangguan pencernaan akibat bakteri patogen.

  • Keracunan logam berat jika kadar zat berbahaya tinggi.

  • Iritasi kulit dan masalah kesehatan jangka panjang.


Cara Mengatasi Air Sumur Berbau dan Berwarna

  1. Lakukan Uji Kualitas Air
    Uji laboratorium sangat penting untuk mengetahui kandungan kimia maupun mikrobiologi pada air sumur. Dengan begitu, sumber masalah bisa diidentifikasi dengan tepat.

  2. Gunakan Sistem Filtrasi
    Filter air dengan teknologi khusus dapat menyaring bakteri, logam berat, maupun sedimen sehingga air lebih jernih dan aman digunakan.

  3. Perbaiki Konstruksi Sumur
    Pastikan jarak sumur dengan septic tank minimal 10 meter, serta periksa dinding sumur agar tidak ada retakan yang memungkinkan kontaminasi.

  4. Desinfeksi dengan Klorin
    Air sumur yang terindikasi bakteri bisa diatasi dengan proses klorinasi secara berkala untuk membunuh mikroorganisme berbahaya.

Air sumur yang berbau dan berwarna biasanya disebabkan oleh bakteri, gas hidrogen sulfida, zat besi, mangan, atau kontaminasi limbah. Kondisi ini bisa membahayakan kesehatan jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting untuk melakukan uji kualitas air sumur secara rutin, menggunakan filter, dan memastikan sumur dibangun sesuai standar.

Dengan menjaga kualitas air sumur, Anda bisa melindungi keluarga dari risiko penyakit sekaligus memastikan air yang dikonsumsi aman.

Discover compassionate service

that exceeds expectations.

Bersama Greenlab Indonesia, mari bangun

Indonesia dengan lingkungan yang lebih baik,

secara terukur, teratur, dan terorganisir.

model-6